07th April 2015, Resolve

Selasa, 07 April 2015

Hidup itu relatif, bagi kebanyakan orang Naik-Turun, Sebagian Selalu di atas, dan sebagian lagi selalu di bawah.. tapi bagaimana jika kita ingin memutus rantai itu? Persetan dengan di atas atau di bawah.. Pertanyaanku, dari segi apa kita memandang hidup itu dia atas atau dibawah? Kekayaan? Keuntungan? Nasib? atau yang paling dominan ialah STATUS.
Jujur, aku sudah sadar akan hal ini bahkan sebelum aku lulus SD. tapi saat itu aku kurang peduli, karena jalan hidup seseorang itu dimulai dari awal yang sama, tidak peduli siapapun itu. Namun jika di dalami lagi, Jalan yang kita lalui akan mulai berubah dari jalur awalnya.. beberapa orang berusaha supaya kembali ke jalur yang dituju, beberapa lagi tidak sadar kalau mereka sudah menyimpang jauh dari tujuannya.. dan mungkin ada beberapa yang mulai berpikir, dan diam sejenak sebelum mengambil langkah selanjutnya. Mungkin aku termasuk golongan yang ketiga, apa yang sebenarnya kujalani saat ini? masih sesuai jalur atau mungkin menyimpang jauh..

Jujur, Mungkin aku seseorang yang pengecut.. tidak berani mengambil resiko dalam hidupku.. Umurku masih remaja, tapi persetan dengan pacaran, mengejar cita-cita, dan hal-hal lain yang tersedia di jalan yang sedang kulalui.. Aku sudah muak. jika kalian berpikir aku sudah menyerah dalam hidupku dan berniat mengakhirinya, kalian salah besar. aku tidak peduli soal menyerah, tapi aku tidak akan kalah dengan permainan yang kita sebut 'hidup' ini. yah, aku sudah lelah dan muak akan fitur-fitur permainan ini yang busuk.

Intinya, aku sendiri tidak tahu dan aku tidak peduli soal itu, aku benar-benar sudah muak.. Mungkin jika beberapa unsur kehidupan ini seperti Cinta, Harapan, Kesedihan, Putus asa, dan lain sebagainya dapat mewujudkan diri mereka, sudah lama akan kuhabisi.

Untuk diriku, Beberapa lama setelah kau menulis ini, suatu hari nanti apabila kau membaca ini dan hidupmu sudah berubah dari apa yang kau alami saat menulis ini. Maka aku ucapkan Selamat dan selamat tinggal, Semoga kita tidak pernah berjumpa lagi dan aku harap kau tersenyum saat membaca ini. satu hal yang kuinginkan, wahai diriku. Jangan pernah lupakan aku.. kau yang saat ini adalah bukti bahwa aku pernah ada.

Diriku, 07 April 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong berkomentar dengan kata-kata sopan dan berhubungan dengan artikel yang bersangkutan. Komentar yang mengandung Spam, SARA, dan kata-kata yang kotor akan di hapus atau terjaring oleh spam filter.

 

Popular Posts