08th April 2015, Satisfaction

Rabu, 08 April 2015

Akhirnya aku meras puas dengan prinsip-prinsip yang kubuat. Buktinya sendiri baru saja terjadi didepan mataku. Meskipun aku tidak menyalahi gaya hidup yang telah dipilih oleh seseorang, aku hanya ingin memberitahukan kalau hidup itu merupakan sebuah pilihan, matilah yang bukan merupakan sebuah pilihan. jadi setiap kau memilih sesuatu, kau harus siap untuk menanggung akibat baik maupun buruknya.
Mungkin dengan gaya hidup yang dipilih oleh seorang yang aku kenal ini banyak berakibat baiknya saja. Tapi, apa yang terjadi saat akibat buruknya juga terjadi? pertanyaan bodoh, tentu saja harus dihadapi. Jadi jangan mengeluh dan mengoceh padaku saat itu terjadi. Banyak orang tidak sadar dengan lingkungan sekitarnya dan saat sesuatu yang buruk menimpa mereka, secara otomatis mereka seolah merasa kalau hanya mereka yang bernasib demikian. Satu lagi sifat Egois yang tidak disadari oleh orang tersebut. Sementara kau merasakan sisi positif dari hidupmu, apakah kau sadar jika ada orang lain yang sedang merasakan sisi negatif dari hidup yang mereka jalani.. dan ada beberapa orang dominan pada sisi negatif tersebut dibandingkan positifnya.

Aku kagum pada orang-orang seperti itu. bagiku merekalah sebenarnya yang paling berpengalaman dan veteran dalam kehidupan ini. apalagi jika mereka bisa memfilter segala sesuatu yang positif sedikit apapun itu dari hidup negatifnya. itulah yang mungkin orang tua kita sering berusaha untuk mengatakan, Ambil hikmahnya saja. Nah, masalahnya orang-orang yang hidupnya itu dominan positif tidak akan sadar akan hikmah yang selalu mereka dapatkan dalam jumlah yang besar, dan saat sedikit saja kesialan menimpa. mereka akan mengeluh dan meratapi nasibnya. satu lagi sifat orang yang tidak bisa bersyukur.

Seseorang memberitahu padaku untuk menjadi diri sendiri, meskipun sudah kukatakan kalau diriku sebenarnya busuk. itulah mengapa aku harus bersusah payah menciptakan karakter yang sesuai dengan keinginan kalian. Secara tidak langsung, orang tersebut menyuruhku untuk menyia-nyiakan kerja kerasku selama bertahun-tahun. bukannya aku tidak mau mendengar nasehat orang lain. hanya saja, cuma orang yang sepertiku yang bisa mengerti apa yang kurasakan. Sayangnya, sampai sekarang orang seperti itu belum ada. Yah setidaknya hari ini aku merasa puas melihat satu lagi tingkah manusia. Manusia itu sangat menarik, itulah mengapa aku menyukai manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong berkomentar dengan kata-kata sopan dan berhubungan dengan artikel yang bersangkutan. Komentar yang mengandung Spam, SARA, dan kata-kata yang kotor akan di hapus atau terjaring oleh spam filter.

 

Popular Posts