Dampak bermain game bagi Laptop

Rabu, 23 April 2014

     Zaman sekarang yang namanya main game di laptop atau komputer sudah menjadi hal yang biasa, bahkan sekarang sudah dikenal istilah game online, yaitu game yang memungkinkan kita untuk terhubung dengan pemain lain yang jaraknya jauh melalui jaringan internet. Yang namanya gaming itu memang sangat seru, bahkan sudah menjadi aktifitas sehari-hari bagi beberapa orang, termasuk saya. Apalagi main game bareng teman-teman, pasti makin seru dan heboh tentunya.


     Tapi seiring perkembangan zaman, game-game baru dengan spec yang tinggi terus bermunculan. dan orang-orang pun berlomba-lomba untuk memainkannya dengan berbagai cara. Ada yang bahkan sampai membeli laptop/komputer yang yang sangat mahal hanya untuk bermain game, Mungkin termasuk saya lagi. Tapi ada beberapa orang juga yang mencoba mejalankan game-game tinggi dengan laptop standar atau di bawah rata-rata tanpa memperdulikan dampaknya.

    Tapi sobat tahu nggak kalau bermain game di laptop itu memiliki dampak yang merugikan bagi laptop kita? apa-apa saja dampaknya? langsung saja, Check this out!

Rusaknya sistem pendingin pada laptop akibat PC games.


     Pada laptop atau netbook yang baru dibeli, dimana semua hardware masih berfungsi normal, mungkin tidak ada gejala laptop crash atau mati akibat bermain PC games. Namun setelah dipakai untuk beberapa waktu tertentu, akan ada penurunan kemampuan sistem pendingin pada laptop. Hal ini karena secara teknis sistem pendingin, seperti kipas, akan mengalami keausan. Sebelum akhirnya crash atau mati.


     Memang pada penggunaan aplikasi, sejenis  PC games, memerlukan “komputasi” atau kerja hardware yang optimal. Apalagi pada PC games jenis 3D, yang akan membuat sistem hardware bekerja keras. Hal ini membuat sistem pendingin bekerja keras pula, yang akibatnya umur atau masa pakainya semakin pendek, alias cepat rusak.


     Biasanya akan ada tanda awal seperti laptop crash, meskipun laptop masih bisa dihidupkan lagi. Kalau biasanya sistem pendingin masih mampu mendinginkan sistem, pada saat tertentu akan aus, dan crash. Maka pada saat itu anda harus segera mengganti sistem pendingin, sebelum keadaan menjadi lebih serius, seperti kerusakan sistem atau board pada laptop.


     Cara mengetahui atau memonitor kerja sistem pendingin adalah dengan memasang program suhu CPU atau chipset. Lebih baik lagi jika bisa memonitor RPM dari kipas pendingin tersebut. Sehingga ketika terjadi kerusakan pada sistem pendingin, bisa dicegah kerusakan berlanjut ke sistem atau board pada laptop.

Rusaknya motherboard pada laptop akibat PC games.


     Kegagalan sistem pendingin akan membuat motherboard pada laptop atau netbook menjadi panas. Padahal panas atau suhu yang tinggi pada board, akan bisa membuat board “memuai” atau “molet” atau “bengkok”, yang berakibat bisa merusak jalur pada board laptop. Sehingga laptop akan mengalami kerusakan.

     Suhu yang panas juga bisa merusak komponen di board laptop. Seperti komponen utama laptop, yaitu CPU, dan chipset. Meskipun sistem biasanya akan “shutdown” secara otomatis, saat sistem mengalami overheating. Namun overheating pada laptop untuk waktu yang sering atau lama bisa merusak laptop secara keseluruhan.


     Maka untuk menghindari akibat buruk PC games pada laptop, sistem harus memiliki program yang memonitor kerja sistem pendingin. Sehingga saat sistem pendingin sudah mengalami penurunan atau kerusakan akan bisa segera diketahui dan diganti yang baru. Ini untuk mencegah kerusakan sistem pada laptop secara keseluruhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tolong berkomentar dengan kata-kata sopan dan berhubungan dengan artikel yang bersangkutan. Komentar yang mengandung Spam, SARA, dan kata-kata yang kotor akan di hapus atau terjaring oleh spam filter.

 

Popular Posts